Info Daerah
Digital.Info, Kabupaten Tangerang – Rapat persiapan pembentukan Organisasi Kemasyarakatan “PATOK” yang dipimpin oleh Deklarator Ormas Patok S. Burhan di jalan Kano 17 Nomor 5 di hadiri oleh perwakilan beberapa tokoh-tokoh Aktivis dan Organisasi Kemasyarakatan. Rapat yang di agendakan pada pukul 15.00 WIB selesai sampai dengan pukul 20.00 WIB pada hari Jumat (11/8/2023).

Rapat yang membahas rencana kerja jangka panjang dan menengah serta pembentukan pengurus Nasional hingga jajaran ranting intens di gulirkan oleh para Deklarator Ormas Patok. Mulai aspek legalitas Ormas Patok yang akan segera di notaris kan, hingga agenda acara tasyakuran yang akan di laksanakan pada tanggal 16 Agustus 2023 bertepatan dengan malam kemerdekaan Indonesia.
S. Burhan dalam sambutan nya menyatakan bahwa berdiri nya Ormas PATOK adalah asli produk dan pemikiran dari para aktivis dan tokoh masyarakat di Tangerang Raya. Dengan harapan dapat memajukan kesejahteraan dan mempererat tali persaudaraan diantara para tokoh dan aktivis serta masyarakat Tangerang.
Ustadz Nurdin yang mewakili tokoh agama wilayah perumahan Kelapa Dua Tangerang dalam statement mengatakan,
“Dengan berdirinya ormas PATOK diharapkan adanya suatu keberkahan, kebersamaan dan senantiasa terjalin ghiroh (semangat) silaturahmi antar pengurus dan anggota. Dan yang terpenting lagi adalah semangat sinergitas para tokoh aktivis ataupun tokoh kemasyarakatan yang ada di wilayah Tangerang Raya.
Di tempat yang sama tokoh aktivis Anti Korupsi Banten, Agus Kurnia berharap dengan adanya ormas PATOK dapat bermanfaat untuk umat dan masyarakat di wilayah masing-masing. “Bukan memanfaatkan umat atau masyarakat, akan tetapi benar-benar dapat bermanfaat dan berdaya guna bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di segala sektor”, imbuhnya.
Bahrul tokoh pemuda dari wilayah Cipondoh Tangerang yang kebetulan hadir dalam sesi wawancara mengatakan,
“Saya berharap dengan berdirinya Ormas PATOK dapat membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya, mengingat banyaknya jumlah pengangguran yang ada sehingga dapat tertampung dan tersalurkannya usia kerja produktif di kota Tangerang.”
Sementara seniman eksentrik Agus Sumarno atau biasa disebut bang Rokas, dimana sempat viral film sinema pendeknya dalam kanal YouTube berjudul Rokas memberikan tanggapan.
“Ormas PATOK harus berbeda dengan Ormas yang lain bukan berarti berbeda dalam ideologi ataupun yang lainnya. Ormas PATOK ini walaupun di tengah-tengah perbedaan akan tetapi dapat mempersatukan dan memberikan rasa persaudaraan dalam artian Ormas PATOK sebagai pengadem bukan pemanas” demikian menutup sesi wawancara.
(@kur)



Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.