Merasa Dikriminalkan, Mantan Kapolda Lampung Ike Edwin Berikan Suport kepada Penggarab Wakaf

Digital Media Info| Bandarlampung- Mantan Kapolda Lampung yang juga selaku Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Irjen.Pol (Purn), DR Hi.Ike Edwin, S.Ik,SH,MH, Berikan Suport kepada para penggarab Tanah Wakaf Milik Yayasan Badan Wakaf Agama Islam, Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah.

Dukungan Dan suport tersebut disampaikan Oleh, Ike Edwin saat menerima kunjungan dari para penggarab tanah wakaf kampung payung makmur, kecamatan setempat, pada Jum’at (25/8/2023).

Dikesempatan yang sama, Ike Edwin yang juga mantan Kapolda Lampung ini, setelah mendengarkan curhatan dari para penggarab tanah wakaf terkait para penggarab yang diadukan oleh oknum diduga sebagai pembeli lokasi tanah wakaf di Polres Lampung Tengah merasa heran atas kasus tersebut.

Presiden Jokowi Lantik Hendrar Prihadi sebagai Kepala LKPP

Pasalnya, setelah memeriksa dokumen dan surat menyurat ligalitas yayasan serta pengakuan pengurus yayasan dan penggarab sempat heran.

Ike Edwin menjelaskan, kok bisa tanah yang sudah diwakafkan kok diperjual belikan. Sementara berdasarkan surat pernyataan tanah wakaf dan akte notaris tanah wakaf tersebut berdiri sejak tahun 1973.

“Sementara para pembeli dalam surat tersebut diperolah pada Tahun 1995 an. Apa lagi sengketa tanah wakaf sudah dimediasi oleh mantan bupati Lamteng, Murdianto Toyib dan ada surat keputusan jika tanah wakaf tidak boleh diperjuan belikan,”ujarnya.

Ike Edwin memberikan semangat dan dorongan agar kasus ini pengurus yayasan dan penggarab lapor balik.

“Jangan takut-takut jika benar, kalian juga harus melapor balik oknum yang telah memperjual belikan tanah wakaf. Seharusnya kalianlah yang berhak melaporkan mereka oknum yang telah menjual belikan tanah wakaf,” tegasnya.

BNI’46 Cabang Melawai Raya Jajaki Kerja sama dengan DPC Apmikimmdo Kota Tangerang

Ike Edwin juga mengatakan, berdasarkan keterangan para penggarab juga bannyak kejanggalan, masa pemanggilan para penggarab oleh pihak polres yang menghantarkan adalah lawan penggarab. Pada instansi kepolisian itu ada aturan dan etika.

“Persoalan tidak ada yang tidak bisa diselesaikan, yang benar tetap jadi kebenaran dan yang salah tetap jadi kesalahan, Dunia tidak abadi, yang abadi justru yang benar. Benar atau salah selesai dengan keabadian. Terus maju jika kita benar. Pertahankan hak kita apa lagi itu tanah wakaf,”pungkasnya.

(PWDPI/red)

Kepala Bea Cukai Jogya Dicopot Dari Jabatannya

PATOK Gelar Acara Syukuran Dan Kirim Doa Untuk Para Pejuang Bangsa

Pengurus makam Syekh Sanga Jati berfoto bersama dengan para peziarah

Digital.Mediainfo, Kab. Tangerang, – Ormas PATOK mengelar acara syukuran atas terbentuknya organisasi tersebut pada hari Rabu (16/8/2023) bertepatan dengan malam kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78.

Acara yang di hadiri oleh S. Burhan sebagai Ketua Umum Ormas PATOK mengambil tempat di makam Syekh Sanga Jati, Jl. BSD Raya Utama Cigaten Kabupaten Tangerang. Juga terlihat hadir HM. Nurdin Satibi Ketua Badan Presidium Kota Tangerang Tengah (BP-KTT).

Dalam sambutannya Burhan sebagai Ketua Umum Ormas PATOK merasa bersyukur dengan terbentuknya PATOK sebagai organisasi kemasyarakatan.

“Saya bersyukur malam ini dengan kita berkumpul bersama-sama pada malam kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 ini. Selain itu juga para alim ulama yang telah menyebarkan agama Islam. Maka sudah sepantasnya kita untuk mengingat jasa-jasa dan perjuangan mereka para pahlawan bangsa yang telah berjuang semasa hidupnya. Semoga hal ini dapat menjadi contoh untuk kita teladani”.

“Selain itu saya juga bersyukur telah di bentuknya Ormas PATOK. Di mana telah di daftarkan ke Notaris ormas PATOK . Dan juga angka 17 adalah bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang juga jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehingga pada malam ini kita menggelar acara Tawasul dan doa bersama serta tabur bunga untuk mengenang jasa-jasanya para pahlawan.” Demikian Burhan memberikan sambutan.

Presiden Yakin Kawasan KIPI Jadi Masa Depan Industri Energi Hijau Indonesia

Acara Tabur Bunga

Sementara itu masih di tempat yang sama Nyi Mas Ayu peziarahwati dari kawasan Ciledug Tangerang yang turut hadir bersama rekan-rekannya ketika di wawancara oleh awak media memberikan tanggapan mengenai keberadaan makam Syekh Sanga Jati yang ada di Cigaten Kabupaten Tangerang.


“Untuk beliau para Waliyullah dan keturunannya kan menyebar ke seluruh Nusantara, terlebih makam Syekh Sanga Jati keberadaannya sudah di kenal sampai ke luar pulau Jawa.”

“Harapan saya untuk tempat-tempat yang di keramatkan seperti makam Waliyullah, para Syekh dan Syuhada. Anak cucu ini loh, anak cucunya tentunya dapat menjaga kekeramatan para Waliyullah agar tidak merusak tatanan dari kekeramatan itu sendiri. Seperti yang ada di makam Syekh Sanga Jati ini yang telah terjaga baik tentunya bertambah baik sehingga memberikan kenyamanan bagi para peziarah-peziarah.” Ucap Nyi Mas Ayu menutup wawancara.

(Red)